Merakit Antena UHF Super Gain Murah



Kali ini judul blog kami agak sedikit "sersan" alias santai tapi serius gan...soalnya hasil blogwalking kita ternyata tidak satupun yang membahas seputar " Cara membuat antena TV UHF khusus wilayah Makassar dan sekitarnya ". Dan berapa rekan banyak yang kelabakan saat mau nonton TV ternyata hasilnya gambar pasir putih semua...

Berhubung Makassar sebagai Kota Metropolitan di Indonesia Timur, maka wajar jika banyak TV Swasta yang bermuncun semenjak awal tahun 90-an. Diawali dengan munculnya siaran swasta yaitu TPI ( Televisi pendidikan Indonesia ).
Walau siarannya pada saat itu hanya seputar pendidikan semua, namun apa mau dikata cuman itu doang selain siaran TVRI yang ada saat itu di Makassar. Saiarannya pun hanya mulai dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore kalau ngngak salah ingat.

Tak lama kemudian, mulailah muncul TV swasta lainnya untuk menunjukkan eksistensinya di Dunia Pertelevisian Indonesia. Namun Station Pemancar TV mereka pada saat itu posisinya berlainan. Contohnya : TVRI ada di kawasan Barat, RCTI/SCTV ada di Jl.Kumala, kawasan Selatan Makassar sedangkan Indosiar,TPI dan ANTV ada di kawasan Barat Makassar tepatnya di daerah Bendungan Bili-bili.

Akhirnya warga Makassar yang tinggal di pertengan kota seperti wilayah Jl.Pettarani, Panakukang, Veteran dan sekitarnya harus pasang 3 antena UHF diatas rumah mereka masing-masing. Waaah...pokoknya kelihatan seperti pasar malam kalau dilihat dari atas pesawat udara.

Di tahun 2011 ini, sudah lumayan banyak stasiun TV di Makassar jumlahnya ada 15 stasiun TV. Ada 4 stasiun TV Lokal dan 11 Stasiun TV Swasta Nasional. TV Lokal yang baru antara lain : MakassarTV, FajarTV, SunTV dan CelebesTV yaaah lumayanlah acaranya seputar konten lokal, daripada ngngak tau keadaan kampung sendiri khan ?

Lalu apa yang menjadi kendala dengan banyaknya stasiun TV yang posisi antena pemancarnya pada berbeda tempat ? Apakah kita harus memasang 2 antena ? 3 antena atau 4 antena diatas rumah...? jualan antena kali'.....




Dari sisi penerimaan sinyal, frekuensi UHF lebih minim untuk sinyal grounding. Maka dari itu, posisi pemasangan antena UHF selalu diletakkan secara horisontal bukan vertikal seperti antena VHF jaman dahulu. Yang dibutuhkan untuk hal ini adalah membuat antena dengan dBGain yang tinggi agar posisi pemasangan antena walau agak rendah hampir rata2 semua siaran TV tersebut dapat diterima dengan hasil tanpa noise yang berarti.
Maka beberapa minggu kemarin kami sempat melakukan eksperiment kecil2an membuat "Antena UHF untuk menangkap siaran TV Swasta dengan kualitas 98% clear dengan ketinggian antena 6 meter saja. Untuk membuat antena dengan daya penerimaan yang bagus tentunya kami harus melakukan scanning frekuensi semua siaran TV Swasta yang ada di Makassar.

Dan hasilnya bisa anda lihat capturenya dibawah ini :

Dengan Tabel disamping, maka dengan mudah kami membuat Antena UHF dengan system "open daypul (1/2 lamda)" atau "yagi directional antena"
Dengan perhitungan yang tepat, dimana :

 1 Lamda = (300 Mhz / Frekuensi) x 0.95

Maka, yakinlah menggunakan 1 ( satu ) antena UHF saja, anda sudah bisa mendapatkan hasil penangkapan siaran ke 15 TV Swasta tersebut dengan kualitas yang bersih.Banyak antena patent yang dijual di toko-toko modelnya bagus. Tapi secara perhitungan pastilah "Panjang Ukuran Driver+Director dan Reflektornya tidak tepat karena :

Untuk membuat suatu Antena baik pemancar ataupun penerima, haruslah dan wajib menggunakan perhitungan frekuensi diatas.

Kami juga telah membuat Antena UHF dengan penguatan antena yang sangat tinggi dimana jenis dan bahan juga sangat menentukan daya terima siaran yang akan dihasilkan. Jika anda tidak mau repot, bisa menghubungi kami untuk pemesanan antena UHF 15 elemen sampai 30 elemen.

Semoga bermanfaat,-
x_3b7303e5

Pages