Jasa Setting Mikrotik Proxy Warnet Game Center Hotspot dan Bisnis RTRWNET serta Warnet Pedesaan

tutorial mikrotik terupdate
strike news5:::::: WELCOME TO IFANET INDONESIA BLOGSITE - JASA SETTING MIKROTIK PROXY UNTUK WARNET, GAME CENTER, HOTSPOT, BISNIS RTRWNET dan WARNET PEDESAAN :::: HUBUNGI KAMI : +62 8124 2989993 or +62 411 2989993 ::::::strike news5

Minggu, Januari 25, 2015

Kaspersky Internet Security 2015 ( 1 year )

Download Kaspersky Internet Security 2015 Terbaru, dengan masa berlaku hingga akhir tahun ini.
 
Perangkat lunak ini dapat secara efektif memblokir program yang berpotensi berbahaya melalui analisis otomatis sebelum mereka mempengaruhi sistem Anda.   

Memiliki basis dengan beberapa depan virus: Cybercrime memperkenalkan setiap hari aplikasi baru yang tujuannya tidak selalu sehat. Kaspersky mencoba untuk mengambil penjahat cyber pendek mendeteksi segala bentuk kemungkinan virus. Navigasi sederhana dan cepat namun aman: Anda tidak akan takut untuk jatuh pada berselancar tulang. The anti virus melindungi koneksi tanpa mengurangi kecepatan koneksi.

Jika sistem Anda terinfeksi, Anda selalu dapat resor untuk penyelidikan ekstensif. Kaspersky Antivirus terkontaminasi dan asal file infeksi. Pembaruan cerdas dan sering: selama Anda memiliki koneksi Internet, update akan dilakukan secara otomatis.

Senin, Januari 19, 2015

Opini Yang Salah Seputar WIFI Hotspot

Power Besar akan menghasilkan jarak yang lebih jauh.
Anggapan ini keliru besar, karena Wireless bersifat dua arah, pemancar dan penerima. Selain Daya pancar (Tx Power) yang besar, dibutuhkan juga Penerima yang sensitif (Receiver Sensitivy). Oleh sebab itu, dalam memilih sebuah Radio wireless, selain Daya pancar (dalam satuan mWatt atau dBm -> 200 mWatt = 23 dBm), di perhatikan juga Sensitifitas Penerima (Contoh: Senao 2611: -89dBm @ 11Mbps, Orinoco Gold 802.11b "Classic" -82 dBm @ 11Mbps, Linksys WRT-54 -89 dBm @ 11 Mbps, Belkin F5D6020 -76dBm @ 11Mbps). Ini yang menyebabkan walaupun Linksys WRT-54 dengan Firmware DD-WRT bisa di set hingga TX Power 251 mWatt tetapi daya jangkau tidak akan sejauh Senao 2611-CB3+ (Sensitifitas Penerimaan Senao unggul 9dB! artinya sama dengan perbedaan 100mWatt dengan 800mWatt, sedangkan pada power 251mWatt Linksys WRT-54 membawa Noise level yang cukup tinggi)   
Booster (penguat daya) akan selalu menambah jarak jangkau
Sama dengan butir 1, tidak selamanya besar. Menambah daya pancar dengan booster, juga akan memperkuat Noise. Seringkali dengan penambahan Booster sebaliknya akan memperpendek jarak jangkau. Yang perlu diperhatikan adalah Rasio Sinyal terhadap noise (S/N/ ratio), yang harus dipertinggi adalah Rasio Sinyal terhadap Noise. Oleh karenanya, lebih baik meningkatkan Penguatan (Gain) antenna (karena bersifat resiprokal: Pancar dan Terima)dan relatif tidak memperbesar Noise.
Antena Omni 15 dB akan memiliki jarak jangkau yang sama dengan Antena Directional 15 dB
Dalam hal di udara tidak ada pengguna lain (frekuensi benar-benar kosong), hal ini berlaku. Tapi dalam kondisi umum, di mana penggunaan frekuensi sudah sangat padat, Antena Directional akan jauh lebih baik, karena beamwidth yang lebih sempit.
Radio wireless dengan merk yang sama akan memberikan kinerja yang lebih baik
Yang menentukan kinerja sepasang Radio Wireless adalah spesifikasi Chipset yang digunakan (Misalnya: Atheros, Prism/Conexant, Broadcom, Ralink dll)dan algoritma Firmware yang digunakan (Firmware adalah Software yang ditanam dalam Chipset). Sering terjadi dalam Merk dan Tipe yang sama, sebuah Radio menggunakan Chipset yang berbeda (Contoh: dLink DWL-G510 versi B1 menggunakan Atheros, sedangkan versi C1 yang sekarang beredar di pasaran menggunakan Ralink). Radio yang memiliki Chipset yang sama DAN Firmware yang sama akan memberikan kinerja terbaik.
Semakin tinggi antenna dari tanah akan semakin baik
Tidak selamanya benar. Antena Pemancar dan Penerima akan maksimal jika berada pada fokus beamwidth. Pada setiap rancangan Antena terdapat spesifikasi Beamwidth Vertical dan Horizontal, selebar mana (dalam derajad) penguatan akan berkurang 3dB dari titik Focus. Utamanya pada Antena Omni berpenguatan besar diatas 15dBi Beamwidth Vertical hanya setipis 5 derajad, artinya pada 5 derajad dari arah tegak lurus, penguatan akan berkurang menjadi 12 dB dstnya. Hal ini menyebabkan areal di bawah Antenna tersebut nyaris Blankspot pada saat Antena diletakkan 15-25 meter di atas tanah.
Semakin tinggi dBi antenna akan semakin baik
Tidak selamanya benar. Mengacu pada point 5 Antena Pemancar dan Penerima akan maksimal jika berada pada fokus beamwidth. Pada setiap rancangan Antena terdapat spesifikasi Beamwidth Vertical dan Horizontal, selebar mana (dalam derajad) penguatan akan berkurang 3dB dari titik Focus. Biasanya semakin tinggi gain antena maka semakin kecil vertikal beamwidth. Hal ini menyebabkan antena grid yg 24dBi akan lebih jelek hasilnya dibanding dengan omni 10dbi jika di akses langsung di bawah antenanya. begitupula dengan antena omni 20dBi akan lebih kecil signalnya jika diakses dengan laptop langsung di bawah tower. sehingga pemilihan gain antena di sesuaikan dengan kebutuhanya, jika untuk hotspot dan diakses dengan laptop maka pilih antena dengan gain yg kecil. dan jika untuk RT RW Net jarak yg lumayan jauh pilih gain antena yg tinggi.

Semoga Bermanfaat

Konfigurasi Vlan ADSL+WIFI Modem dan Mikrotik

Ceritanya saya baru saja berlangganan speedy 2 mbps dan dari pasang baru tersebut saya mendapatkan modem adsl tp-link yang sudah ada wifinya.

Jika kita mempunyai modem adsl yang ada wifinya, kita akan bingung memanfaatkan wifi yang ada pada modem adsl tersebut apabila meletakan dial pppoe speedy pada mikrotik, kalau dialnya di modem sih tidak ada masalah , tapi yang terbiasa dengan setting mikrotik dengan dial pppoe di mikrotik tentunya jadi masalah tersendiri.

Kekurangannya kalau kita meletakkan dial pada modem pastinya user yang terkoneksi ke wifi tidak melewati router kita mikrotik melainkan langsung menggunakan gateway modem, dan tentunya kita tidak bisa menerapkan bandwith management yang ideal untuk koneksi kita, betul nggak sih CMIIW .

Salah satu cara bisa dengan membuat dhcp server pada interface yang mengarah ke modem dan setting dhcp relay interface LAN ke mikrotik, sehingga user wifi bisa mendapatkan ip dari mikrotik.
Oke silakan di pahami topologi konfigurasi vlan di atas setelah paham mari kita lanjutkan cara settingnya.

Cara Setting di Modem ADSL Speedy "
1. Interface setup > internet
2. Interface setup > lan
3. Interface setup > Wireless
4. Advanced setup > vlan > aktifkan
5. Advanced setup > vlan > define vlan group > vlan index 1
6. Advanced setup > vlan > define vlan group > vlan index 2
7. Advanced setup > vlan > define vlan group > vlan index 3
8. advanced setup > vlan > Assign VLAN PVID for each Interface

Klik Untuk memperbesar Gambar !

 Jangan lupa save pada setiap langkah di atas

sesuaikan atm vc dengan pvc yang digunakan pada modem anda karena pvc ini biasanya berbeda-beda.
Setting pada mikrotik.

Untuk setting mikrotik mohon maaf tidak ada gambarnya dan saya harap anda sudah familier dengan mikrotik.

1. Pada mikrotik saya ether1 = ether1-modem dan di beri ip address 192.168.1.2/24

2. Buat interface vlan2 dan vlan3


Code:
/interface vlan
add arp=enabled disabled=no interface=ether1-modem l2mtu=1516 mtu=1500 name=\
vlan2-speedy use-service-tag=no vlan-id=2
add arp=enabled disabled=no interface=ether1-modem l2mtu=1516 mtu=1500 name=\
vlan3-wifi use-service-tag=no vlan-id=3

3. Berikan ip address 192.168.3.1/24 pada interface vlan3-wifi
4. Buat interface – ppp - pppoe-client/dial dengan menggunakan interfaces vlan2-speedy, jika berhasil maka pada log mikrotik akan tampak conected.
5. Setup DHCP server dengan menggunakan interface vlan3-wifi.

Sampai disini setting selesai, dan anda dapat dengan mudah menggatur bandwith management pada wifi karena sudah memiliki interface sendiri , bahkan anda bisa setup hotspot pada interface vlan3-wifi.
Semoga Bermanfaat,-

 

Perbedaan Pemasangan Antena Grid Horizontal Dan Vertikal

Kadang-kadang kita bingung sebenernya bagusan mana sih pasang antenna grid posisi vertical dengan horizontal??? Tergantung kebutuhan ajah sih nah mari kita simak penjelasan dibawah ini. 
 Posisi antena vertikal atau horizontal berpengaruh pada bentuk atau pola dari pernyebaran signal (propagation pattern) dari antena tersebut.
Posisi vertikal menyebabkan polarisasi penyebaran signal atau gelombang yang dipancarkan menjadi lebih RAPAT atau SEMPIT dengan daya jangkauan yang lebih jauh.
 
 
Posisi horizontal menyebabkan polarisasi penyebaran signal atau gelombang yang dipancarkan menjadi lebih LEBAR dengan daya jangkauan yang lebih pendek dibandingkan dengan posisi vertikal.
 
Jika dua titik atau lokasi yang akan dihubungkan menggunakan wireless posisi antena-nya berbeda, satu vertikal dan satunya horizontal maka kemungkinan besar pasti tidak akan terkoneksi.
Hal ini disebabkan oleh posisi keduanya berbeda sehingga menyebabkan POWER LOSS yang besar.
 
Penggunaan posisi vertikal adalah untuk koneksi jarak jauh dan sudut LOS (Ligth Of Sight) yang kecil.
Penggunaan posisi horizontal adalah untuk koneksi jarak dekat dengan sudut LOS yang besar
 
Kelebihah posisi vertikal adalah jangkauan yang jauh tetapi kekurangannya beam nya sangat kecil sehingga saat pointing harus benar-benar pas dan butuh kesabaran yang tinggi
 
Kelebihanan posisi horizontal adalah beam-nya besar sehingga tidak susah untuk pointing tetapi kekurangannya adalah mudah terkena interfensi dan jarak jangkauannya kurang jauh.


 

Setting Compliance Test di Ubiquity

Jika anda menggunakan AirGrid M5 model terbaru (firmware v.5.5.8, 5.5.9 atau 5.5.10 maka anda tidak akan menemukan fitur "Compliance Test" karena Ubiquiti menjawab permintaan dari berbagai regulator telekomunikasi dari beberapa negara.

Namun bila anda "terpaksa" membutuhkan fitur tsb (misal: Ch Width 25Mhz) atau untuk "uji coba" maka anda bisa coba trik di bawah ini :
Untuk memunculkan fitur “Compliance Test” pada peralatan Ubiquiti dengan firmware 5.5.6, anda bisa memasukkan kode perintah dibawah ini melalui konsol ssh :
---------------------------
echo "radartool cactime 1000" > /etc/persistent/rc.poststart
echo "echo '\n' >> /etc/ccodes.inc" >> /etc/persistent/rc.poststart
chmod +x /etc/persistent/rc.poststart
cfgmtd -w -p /etc/
reboot
---------------------------

Jika produk yang anda miliki telah menggunakan AirOS versi 5.5.9 atau versi 5.5.10, anda dapat menggunakan perintah dibawah ini pada konsol SSH :
---------------------------
touch /etc/persistent/ct
save
reboot
---------------------------

Semoga bermanfaat,-

Membuat POE Central AksesPoint + AKI

Cara membuat POE Central yang digunakan untuk melakukan Backup Kelistrikan saat supplay listrik PLN Padam 

 Membuat Multi POE / POE Central Murah Meriah
Alat dan Bahan

1. Passive POE Tp-Link à Bekas bawaan Tp-Link Indoor yang ga kepake / sengaja beli, kalo di tempatku ada yang jual per biji barga Rp. 15.000
2. Lem Alteco à Rp. 5.000
3. Kabel DC bekas adaptor mati / sengaja beli di toko elektro per biji harga Rp. 1.000
4. Lem Bakar 1 bijià Rp. 1.000
5. Isolasi hitam à Rp. 3.000

Cara membuat
1. Buang kuping-kuping POE :D gak dibuang jg gpp..
2. Rekatkan POE dengan lem alteco (jumlah terserah)
3. Colok2in kabel power DC ke POE2 yg sdh direkatkan…
4. Biar colokan ga mudah lepas, lem dengan Lem Bakar di ujung pas masuk ke POE
5. Sambung semua pangkal paha.. eh pangkal kabel DC (+ dengan +), (- dengan -) untuk yg + itu yg ada pelet putihnya, isolasi kabel2nya biar kelihatan rapih
 






Total biaya yang saya keluarkan untuk membuat POE Central 8port ini sekitar :
8 POE Rp. 15.000 x 8 = Rp. 120.000
8 Kabel DC Rp. 1.000 x 8 = Rp. 8.000
1 Lem Alteco Rp. 5.000 x 1 = Rp. 5.000
1 Lem Bakar Rp. 1.000 x 1 = Rp. 1.000
1 isolasi Rp. 3.000 x 1 = Rp. 5.000

Skema Rangkaian POE + AKI

Dengan cara diatas sdh dapat menjalan 8 buah Aksespoint untu kebutuhan Bisnis RTRWNET.
link warnet pedesaan