Jasa Setting Mikrotik Proxy Warnet Game Center Hotspot dan Bisnis RTRWNET serta Warnet Pedesaan

strike news5:::::: WELCOME TO IFANET INDONESIA BLOGSITE - JASA SETTING MIKROTIK PROXY UNTUK WARNET, GAME CENTER, HOTSPOT, BISNIS RTRWNET dan WARNET PEDESAAN :::: HUBUNGI KAMI : +62 8124 2989993 or +62 411 2989993 ::::::strike news5

Selasa, Juni 17, 2014

IFANET menjadi Trend Website Network Google


Sungguh suatu Prestasi yang membanggakan serta penghargaan yang Tertinggi kami terima dari Perusahaan Search Engine No.1 di Dunia yaitu Google Bisnis untuk menempatkan IFANET INDONESIA sebagai Perusahaan Jasa Jaringan Internet Terpercaya dan diakui oleh Dunia, 
sekaligus menjadi TREND WEBSITE TECHNO 
termasuk RTRWNET serta Bisnis Warnet di wilayah pedalaman atau Pedesaan.

Terima kasih juga kami ucapkan kepada lebih dari 300 klient kami di Indonesia 
untuk Kepercayaannya pada Usaha kami didalam
mengembangkan Dunia Jaringan Internet di Indonesia
selama lebih dari 5 tahun hingga saat ini

Minggu, Juni 08, 2014

Cara Mengoptimalkan Swap Proxy Server

Swap adalah area pada hardisk digunakan sebagai virtual memori. Swap sementara memegang bagian memori yang tidak aktif. Swap digunakan ketika sistem memutuskan bahwa kebutuhan memoriRAM” untuk proses aktif dan ada memori fisik yang tidak terpakai yang tersedia tidak cukup. Jika sistem membutuhkan lebih banyak sumber daya memori atau spaceruangswap yang membebaskan bahwa memori fisik untuk keperluan lainnya.

Karena hardisk lebih lambat dari memori, hal ini dapat mengakibatkan respon yang didapat akan lebih lambat untuk sistem dan aplikasi jika proses terlalu agresip pindah dari memori. Dengan demikian kita bisa mengontrol penggunaan bagian swap untuk mempercepat kinerja proxy server kita jika ada memori yang cukup besar.

Ada bagian parameter swap yang mengontrol kernel untuk memindahkan proses dari memori fisik ke disk swap. Dimulai dari 0 “nol” sampai 100 “seratus”, dan ketika swap = 0 “nol” itu akan memberitahu kernel untuk menghidari swap proses keluar dari memori fisik untuk selama mungkin, Saat swap = 100 “seratus” memberitahu kernel untuk agresif menukar proses keluar dari memori fisik dan memindahkannya ke cache swap.

Secara defaultnya nilai swap pada mesin proxy kita adalah 60, dan merekomendasikan swap = 10 untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Berikut cara untuk mengetahui penggunaan swap pada mesin proxy server kita, ketik pada terminal console sebagai berikut :
cat /proc/sys/vm/swappiness
Untuk mengubah nilai swap 10 dapat menggunakan perintah sebagai berikut.
sudo sysctl vm.swappiness = 10
Untuk mengubah nilai ini menjadi permanen dapat mengunakan perintah sebagai berikut.
gksudo gedit /etc/sysctl.conf
Jika vm.swappiness tidak ada maka dapat melakukannya dengan cara manual dan mengisi pada /etc/sysctl.conf pada barisan paling bawah isi dengan text sebagai berikut.
vm.swappiness = 10
Simpan file tersebut lalu restart mesin proxy server anda.

Rasakan bedanya setelah swap pada mesin proxy server anda dirubah nilainya menjadi 10″

Mengatasi PB Patah-patah, Lag atau Ninja-ninja

Berikut ini adalah tips dan trik untuk optimalisasi game point agar PB lancar, tidak lag, tidak patah-patah.

Sudah Di tes di Puluhan Warnet yang kami setting 100% berhasil tidak gag, patah-patah atau ninja-ninja

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan untuk membuat game point blank stabil di mainkan, selain Bandwitdh ISP ( biasanya pakai Speedy 1 Mbps hingga 3 Mbps ) yang Stabil dan wajib menggunakan Mikrotik dengan Settingan Mangle serta Queue (simple/tree) yang bagus.

 Global Setting Di sisi Windows :
- OS Sebaiknya pake XP aja, di karenakan OS di atas XP banyak memakan resource memory
- Update Driver VGA yg terbaru.
- Enable Accelerator VGA (check pake dxdiag)
- Optimasi registry (bisa pake TuneUp, Registry Cleaner, Speed myPC, dll)
- Optimasi StartUP, matikan applikasi yg tidak perlu
- Kalo perlu matikan antivirus/antispyware, dll.
- Gunakan Mikrotik untuk pembagian bandwith dan setting port khusus Point Blank

VGA NVIDIA Setting :

1. Buka Start-control panel-klik NVIDIA Control Panel
2. Klik 3D Settings
3. Klik Manage 3D Settings
- Anisotropic Filtering= Application-controlled
- Antialiasings settings= None
4. Klik Adjust Image Settings with Preview
- contreng: use my preferences emphaizing menjadi: Balance
- Klik ‘apply’ lalu tutup NVIDIA nya.

Setting Di Game Point Blank:
- klik option
- klik performance:
1. Dinamic Light effect jgn di contreng
2. Detail Material jgn di contreng
3. Texture Quality= low
4. Shadow effect= disable
5. Light Reflection effect= low
6. Effect quality= low (medium juga gpp)
- klik minimum option
- lalu exit dari PB dan login lagi

Semoga bermanfaat

Sabtu, Mei 24, 2014

Memahami Subnetting IP

Kali ini saatnya kita mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu?


 Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa:
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan:
Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Ok, kita coba satu soal untuk Class B dengan network address 172.16.0.0/18.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 10.254.255.255 10.255.255.255
Mudah-mudahan setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya

Jumat, Mei 23, 2014

P2P Mikrotik dengan Metode Tunneling

Konsep Dasar Mikrotik adalah untuk setting ptp sebagai bridge dapat Anda buat dengan mudah;

1. Setting untuk sisi A

a. Login ke Mikrotik dengan winbox berpindah ke direktori interface, add eoip tunnel masukan tunnel id=1 lalu remoteid=10.10.10.2 ->(ini adalah IP wlan sisi B)

b. Beri IP address ether untuk sisi A, klik IP address disini saya menggunakan IP 192.168.0.1/24, /ip address add address=192.168.0.1/24 netmask=255.255.255.0 interface eth=0 tambahkan pula IP untuk IP eoip tunnel disini saya menggunakan IP 10.10.10.1/29, /ip address add address=10.10.10.1/29 interface=wlan1

c. Klik interface lalu double klik wireless interface, klik tab advanced lalu setting mode sebagai bridge ganti ssid=”Mikrotik”dengan yang Anda inginkan lalu pilih freq ke 2.4GHz channel 2412

d. Klik menu bridge, add bridge interface=eth0, lalu add bridge=eoip tunnnel. ini berfungsi sebagai jembatan antara wireless dan ethernet

Setting untuk sisi B

a. Login ke Mikrotik dengan winbox berpindah ke direktori interface, add eoip tunnel masukan tunnel id=1 lalu remoteid=10.10.10.1 ->(ini adalah IP wlan sisi A)

b. Beri IP address ether untuk sisi A, klik IP address disini saya menggunakan IP 192.168.0.2/24, /ip address add address=192.168.0.1/24 netmask=255.255.255.0 interface eth=0 tambahkan pula IP untuk IP eoip tunnel disini saya menggunakan IP 10.10.10.2/29, /ip address add address=10.10.10.2/29 interface=wlan1

c. Klik interface lalu double klik wireless interface, klik tab advanced lalu setting mode sebagai station lalu pilih freq ke 2.4GHz channel 2412. lalu pilih menu scan pada interface wireless tersebut, double klik pada ssid sisi A

d. Klik menu bridge, add bridge interface=eth0, lalu add bridge=eoip tunnnel. ini berfungsi sebagai jembatan antara wireless dan ethernet

e. Jika sudah saling terkoneksi silahkan lakukan configure pada sisi bridge, nantinya station akan mengikuti sisi bridge

f. Setelah mendapatkan hasil yang maksimal lakukan test bandwidth pada menu tools lalu klik bandwidth test silahkan isikan IP sisi A dan IP address wlan/eth
JIka daerah yang di lalui PTP tersebut sangat krodit gunakan freq lain misal 5.8GHz atau jika ingin tetap menggunkan 2.4GHz gunakan atheros R52 setting pada interface wireless dengan TXpower=27 bisa juga mengganti posisi antena ke posisi horizontal atau vertical, bisa juga menggunakan super channel di freq 2.3GHz

Sabtu, Mei 17, 2014

Mengenal 6 Standard Wi-Fi di Dunia


Wireless Fidelity atau yang biasa disebut dengan Wi-Fi adalah sebuah teknologi di dalam jaringan komputer yang memungkinkan gadget anda untuk terkoneksi pada internet memanfaatkan sinyal radio. Teknologi Wi-Fi, punya standard sendiri-sendiri untuk setiap perangkatnya. Dan di setiap standar tersebut tersimpan sejarah di dalamnya. Hal ini bisa membuat kita memahami teknologi Wi-Fi secara lebih dalam.


802.11
Pada tahun 1997, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) membuat standar WLAN pertama. Mereka menyebutnya 802.11 sesuai dengan nama kelompok yang dibentuk untuk mengawasi perkembangannya. Sayangnya, 802.11 hanya mendukung maksimum bandwidth jaringan 2 Mbps, terlalu lambat untuk sebagian besar aplikasi. Sehingga produk ini kini tidak lagi diproduksi.
802.11b
IEEE mengembangkan kembali standar 802.11 pada awal Juli 1999 dengan menciptakan spesifikasi 802.11b. 802.11b mendukung bandwidth sampai 11 Mbps. Sebanding dengan kecepatan Ethernet. 802.11b menggunakan frekuensi radio yang sama dan diatur pada sinyal (2,4 GHz ) sebagai standar 802.11 yang asli. Beberapa vendor lebih suka menggunakan frekuensi ini untuk menurunkan biaya produksi mereka. Namun perangkat dengan standar 802.11b lebih sering mendapatkan interferensi/gangguan dari oven microwave, telepon nirkabel, dan peralatan lain yang sama-sama menggunakan frekuesi 2,4 GHz. Kelebihan: biayanya paling murah. Kekurangan: kecepatan maksimumnya paling lambat; mudah terkena interferensi perangkat lain.
802.11a
Disaat IEEE melakukan pengembangan 802.11b, IEEE juga melakukan pengembangan standard Wi-Fi lainnya yaitu 802.11a. Karena 802.11b lebih popular, banyak orang mengira 802.11b adalah pengembangan dari 802.11a, namun hal tersebut salah kaprah karena faktanya standard 802.11a dan 802.11b dikembangkan secara bersamaan. Perangkat yang menggunakan standard 802.11a maksimal bandwidth dapat mencapai 54Mbps dan menggunakan frekuensi kisaran 5GH. Namun dibandingkan 802.11b, jangkuan/rangenya lebih pendek karena semakin tinggi frekuensi yang digunakan maka semakin pendek jarak yang dapat dijangkau perangkat tersebut. Perbedaan frekuensi antara 802.11b dan 802.11a menyebabkan kedua perangkat tersebut tidak dapat saling terhubung.
802.11g
Pada tahun 2002 dan 2003, standard wireless baru yang dikenal dengan 802.11g muncul di pasaran. 802.11g menggabungkan keunggulan dari 2 standard sebelumnya sehingga mampu mencapai maksimum bandwidth 54Mbps dan menggunakan frekuensi 2.4GHz untuk mendapatkan jangkauan yang luas. 802.11g sendiri kompatibel dengan 802.11b, sehingga access point yang menggunakan standard 802.11g dapat digunakan oleh perangkat yang menggunakan standard 802.11b.
802.11n
Standar IEEE 802.11n dirancang untuk memperbaiki standard 802.11g untuk maksimal bandwidth yang didukung dengan menggunakan multiple wireless signal dan antena (disebut teknologi MIMO)/ 802.11n memiliki kecepatan sampai 300 Mbps. 802.11n juga menawarkan jangkauan yang lebih baik. Kelebihan: kecepatan maksimum tercepat dan jangkauan sinyal terbaik, lebih tahan terhadap gangguan sinyal dari sumber luar, bisa berjalan dalam 2 frekuensi baik 2,4GHz maupun 5GHz. Kekurangan: biaya lebih mahal dari 802.11g, penggunaan beberapa sinyal sangat mungkin mengganggu jaringan lain yang menggunakan standard 802.11b atau 802.11g.
802.11ac
802.11ac adalah standard wireless terbaru dan masih dalam pengembangan dan mungkin baru muncul di pasaran pada tahun 2014. Untuk kecepatan maksimum standard ini dapat mencapai 1Gbps, sama dengan kecepatan Gigabit Ethernet dan berjalan pada frekuensi dengan range 5GHz.

Selasa, Mei 13, 2014

Super Channel Mikrotik Hotspot

Super Channel adalah salah satu fitur yang terdapat didalam beberapa Type Mikrotik Wireless dimana kita dapat menggunakan Channel tertentu saja,dimana tiap channel beda frekuensi.. standar 802.11 b itu 2,4GHz (kisaran 2,401-2,454 GHz) dan channel-channel (kanal) itu berada pada kisaran segitu (ya ibarat pembagian gelombang di pemancar radio FM).. sedangkan 802.11 a berada pada frekuensi 5 GHz.. mungkin untuk gambaran pembagian channel pada 802.11b
untuk penerimanya pun tergantung dari tipe wireless notebooknya sendiri.

Standar yang dipakai adalah IEEE 802.11x, dimana x adalah sub standar yang terdiri dari :

* 802.11 - 2,4GHz - 2Mbps
* 802.11a - 5GHz - 54Mbps
* 802.11a 2X - 5GHz - 108Mbps
* 802.11b - 2,4GHz - 11Mbps
* 802.11g - 2,4GHz - 54Mbps
* 802.11n - 2,4GHz - 120Mbps

- Sekuritas semua sama..tergantung dari konfigurasi di mikrotiknya sendiri
- Transfer data maksimal bisa dilihat di atas, itupun tergantung dari jarak cakupan gelombang (link quality dan signal strength)

Direct Untuk Bayar Billing Hotspot Mikrotik

Kali ini kita bisa memanfaatkan direct attack untuk proses bisnis....
Nah kita sering mendengar direct dari customer ke sebuah site tertentu....

Kadang-kadang Anda mungkin perlu memotong pelanggan dan mengatakan kepadanya untuk membayar tagihan. Ini paling baik dilakukan dengan mengalihkan permintaan http nya ke sebuah halaman dengan informasi yang mengatakan untuk membayar untuk mendapatkan disambung kembali.

Anda dapat melakukannya dengan tujuan sederhana aturan NAT yang menangkap semua http permintaan dari alamat tertentu dan mengirimkannya ke server dengan menceritakan halaman Web untuk membayar tagihan. Namun, itu sangat mudah untuk membuat ini menggunakan fitur HotSpot RouterOS. Harap dicatat bahwa ini tidak bekerja dengan koneksi PPPoE.

Untuk membuat konfigurasi ini, Anda harus memiliki paket Hotspot diaktifkan pada RouterOS. Contoh ini akan mencakup bagaimana memblokir komputer pelanggan. Ketika ia mencoba untuk membuka halaman web ia akan diarahkan ke halaman area hotspot yang akan berisi info bahwa ia belum membayar tagihan untuk akses Internet. Router anda harus sudah dikonfigurasi dan bekerja (pelanggan harus memiliki akses ke Internet), Anda harus memiliki server DNS yang ditentukan pada router.

Pertama Anda harus mengedit halaman login.html Hotspot dengan teks yang berisi informasi yang akan ditampilkan ke pelanggan yang belum membayar tagihan mereka. Ini bisa berupa sesuatu seperti ini:

"Layanan tidak tersedia, silakan membayar tagihan dan menghubungi kami melalui telepon untuk menghubungkan kembali

Selanjutnya, tambahkan ip-aturan yang mengikat yang akan memungkinkan semua pelanggan untuk menghindari halaman hotspot. Hal ini dilakukan dengan menggunakan perintah seperti:



/ip hotspot ip-binding add type=bypassed address=0.0.0.0/0 \
comment="bypass the hotspot for all the paying customers"

Setelah itu tambahkan Hotspot server pada antarmuka di mana klien Anda terhubung. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan perintah seperti:


/ip hotspot add interface=local disabled=no

Sekarang Anda dapat menambahkan ip-aturan yang mengikat bagi pelanggan yang belum membayar tagihan mereka. Anda dapat menyesuaikan mereka dengan alamat IP atau alamat MAC. Berikut adalah contoh dengan menggunakan alamat MAC:


/ip hotspot ip-binding add mac-address=00:0C:42:00:00:90 type=regular comment "Non paying client 1"

Sekarang kita punya konfigurasi berikut ini :


[admin@MikroTik] ip hotspot ip-binding> print
Flags: X - disabled, P - bypassed, B - blocked
# MAC-ADDRESS ADDRESS TO-ADDRESS SERVER
0 P ;;; bypass the hotspot for all the paying customers
0.0.0.0/0
1 ;;; Non paying client 1
00:0C:42:00:00:90

Ada satu langkah lagi untuk membuatnya bekerja, Anda harus mengubah susunan aturan-aturan ini, aturan pertama harus berada di atas aturan bypass sehingga dapat diproses. Anda dapat memindahkan bergerak menggunakan perintah:


[admin@MikroTik] ip hotspot ip-binding> move 1 0

Sekarang kita mendapat p-binding configuration seperti ini :


[admin@MikroTik] ip hotspot ip-binding> print
Flags: X - disabled, P - bypassed, B - blocked
# MAC-ADDRESS ADDRESS TO-ADDRESS SERVER
0 ;;; Non paying client 1
00:0C:42:00:00:90
1 P ;;; bypass the hotspot for all the paying customers
0.0.0.0/0

Jika pelanggan dapat membayar tagihan mereka menggunakan internet Anda dapat memodifikasi login.html dengan menambahkan beberapa link ke bank klien halaman web di mana mereka dapat membayar tagihan mereka.
Setelah Anda menambahkan link tersebut pada halaman login Anda harus juga menambahkan mereka dalam konfigurasi hotspot diblokir sehingga pelanggan dapat mengakses halaman tersebut. Hal ini dapat dilakukan di 'ip hotspot walled-garden ip' menu. Berikut ini sebuah contoh:


/ip hotspot walled-garden ip add dst-host=www.paypal.com